50 Peserta Bawa Nama Kalteng di MTQH Nasional XXXI, Gubernur Agustiar Titip Pesan

50 Peserta Bawa Nama Kalteng di MTQH Nasional XXXI, Gubernur Agustiar Titip Pesan
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat menyampaikan sambutannya pada pelepasan Kafilah Kalimantan Tengah yang berlaga pada MTQH Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Foto : Biro Kesra)

Semarang, kabarglobal.co – Sebanyak 50 peserta terbaik Kalimantan Tengah membawa nama Bumi Tambun Bungai pada Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menghadapi ajang tingkat nasional tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran berpesan agar seluruh peserta tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu membawa semangat Al-Qur’an dalam setiap langkah dan menjaga nama baik daerah.

Gubernur menilai MTQH Nasional memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter dan akhlak kuat.

“MTQ Nasional ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, serta membangun generasi Kalimantan Tengah yang berakhlak mulia,” pesan Agustiar saat melepas Kafilah Kalteng.

Kehadiran Kalteng dalam MTQH Nasional XXXI berlangsung di tengah perhatian pemerintah daerah terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kendati demikian, Kalteng tetap hadir dalam pembukaan MTQH yang digelar di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Gubernur diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah H. Rus’ansyah. Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H. M. Yusi Abdhian dan Ketua Harian LPTQ Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Ketua Kafilah Kalteng H. Khairil Anwar.

Pembukaan MTQH Nasional XXXI secara resmi dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno.

Kalteng tampil penuh pada seluruh cabang yang dipertandingkan. Sebanyak 50 peserta disiapkan dengan pendampingan pelatih, pembina, dan official berpengalaman guna memastikan mereka mampu tampil secara optimal.

Peserta Kalteng mengikuti cabang Tartil Al-Qur’an putra dan putri sebanyak dua peserta, Seni Baca Al-Qur’an atau Tilawah Anak, Remaja, dan Dewasa sebanyak enam peserta, serta Mujawwad Dewasa dua peserta.

Selanjutnya, cabang Murattal Remaja dan Dewasa diikuti empat peserta. Hafalan 1 Juz dan Tilawah sebanyak dua peserta, Hafalan 5 Juz dan Tilawah dua peserta, Hafalan 10 Juz dua peserta, Hafalan 20 Juz dua peserta, serta Hafalan 30 Juz dua peserta.

Pada cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia, Kalteng mengirimkan dua peserta. Sementara Fahmil Al-Qur’an diikuti enam peserta dalam regu putra dan putri, sedangkan Syarhil Al-Qur’an diikuti enam peserta beregu putra dan putri.

Kalteng juga menunjukkan perhatian terhadap bidang seni dan intelektual Al-Qur’an. Pada cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an yang meliputi Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, dan Digital, Kalteng menurunkan 10 peserta. Sementara cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIA) diikuti dua peserta.

Baca Juga :  Diskominfosantik Kalteng Perkuat Sinergi Program Komunikasi dan Informatika Bersama Diskominfosandi Katingan

Keikutsertaan pada seluruh cabang tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan Al-Qur’an di Kalteng diarahkan secara lebih komprehensif. Potensi yang dikembangkan tidak hanya menyangkut tilawah dan hafalan, tetapi juga pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an, seni kaligrafi, serta kemampuan menuangkan gagasan ilmiah.

Untuk mendukung penampilan para peserta, Kafilah Kalteng didampingi sejumlah pelatih dan pembina berpengalaman, antara lain H. Chairuddin Halim, H. Yazid Fahri, Ahmad Junaidi, H. Saiful Lutfi, Hj. Muslimah, dan Hj. Hamdanah.

Pada malam pembukaan, kekompakan Kafilah Kalteng juga terlihat dalam devile peserta. Rombongan tampil percaya diri melewati panggung kehormatan dengan iringan musik khas Kalimantan Tengah. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan Kalteng untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Bumi Tambun Bungai di hadapan masyarakat dari berbagai daerah yang hadir dalam MTQH Nasional XXXI.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberhasilan dalam MTQH tidak boleh berhenti pada pencapaian juara. Yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi pijakan dalam membangun keluarga, mendidik anak, memperkuat karakter generasi muda, serta menciptakan kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan berakhlak.

Atas dasar itu, seluruh peserta diminta menjaga kesehatan, disiplin, kekompakan, sportivitas, dan nama baik Kalimantan Tengah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Tengah H. Rus’ansyah turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Gubernur Agustiar Sabran, terhadap Kafilah Kalteng.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan penuh Bapak Gubernur Kalimantan Tengah terhadap Kafilah Kalteng. Semoga seluruh peserta dapat tampil maksimal, memberikan prestasi terbaik, serta membawa nama harum Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila,” kata Rus’ansyah.

Ia juga mengingatkan peserta agar tetap menjaga semangat, kesehatan, kekompakan, disiplin, dan sportivitas. Menurutnya, MTQH Nasional bukan hanya tempat berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk belajar, memperluas jaringan silaturahmi, dan membawa nama Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.

“Semoga seluruh ikhtiar dan doa Kafilah Kalimantan Tengah mendapatkan ridha Allah SWT, diberikan kelancaran dan kemudahan, serta mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kalimantan Tengah. Semoga MTQH Nasional XXXI membawa keberkahan bagi kita semua dalam mewujudkan Kalteng Berkah, Maju dan Sejahtera,” pungkasnya.

Pembukaan MTQH Nasional XXXI turut dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifah Fauzi, Wakil Menteri Agama RI Romo R. Muhammad Syafi’i, para gubernur dan wakil gubernur se-Indonesia, serta Wali Kota Semarang. (Red)