Gubernur Tegaskan Pembangunan Huma Betang Sebagai Bentuk Perkuat Identitas Budaya Dayak

Gubernur Tegaskan Pembangunan Huma Betang Sebagai Bentuk Perkuat Identitas Budaya Dayak
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran saat melaksanakan pemancangan tiang perdana sebagai awal dimulainya pembangunan Huma Betang. (Foto : Ist)

Palangka Raya, kabarglobal.co – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran melaksanakan kegiatan Pemancangan Tiang Perdana sebagai awal dimulainya pembangunan Huma Betang yang dilaksanakan di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

Pemancangan Tiang Perdana tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kalteng, tokoh adat, para tetua adat, Sekjen Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Wakil Presiden Eksternal MADN, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, mahasiswa, serta para pelajar.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran mengatakan, Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik atau rumah adat tradisional masyarakat Dayak, tetapi merupakan simbol filosofi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan toleransi.

“Pembangunan Huma Betang ini merupakan upaya kita memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah. Huma Betang harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat, tempat bertemunya budaya, persatuan, dan semangat membangun daerah,” tutur Gubernur.

Menurut Gubernur, Huma Betang yang dibangun akan menjadi tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia. Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo, sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan, hingga forum berskala nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Hadiri Rapim Polda Kalteng, Gubernur Apresiasi Dedikasi dan Pengabdian Seluruh Jajaran Polda Kalteng

Dengan ukuran sekitar 80 x 170 meter dan kapasitas lebih dari 10 ribu orang, Huma Betang akan dilengkapi galeri, museum, mess kontingen, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadikan Huma Betang sebagai pusat pelestarian budaya Dayak yang representatif.

Bangunan Huma Betang juga akan didominasi penggunaan kayu ulin hingga sekitar 90 persen. Material khas Kalimantan ini dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca dan serangan rayap, sehingga diharapkan mampu menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati lintas generasi.

“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan akuntabel. Huma Betang nantinya tidak hanya menjadi ikon Kalimantan Tengah, tetapi juga menjadi ikon budaya Indonesia yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Huma Betang merupakan wujud komitmen Pemprov Kalteng dalam melestarikan budaya Dayak melalui pembangunan pusat kebudayaan yang representatif di Kota Palangka Raya.

Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Prov Kalteng tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Melalui pembangunan Huma Betang ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kearifan lokal masyarakat Dayak dapat terus dilestarikan sekaligus memperkuat identitas Kalimantan Tengah sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya di tingkat nasional maupun internasional. (Red)