Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi, Berikan Pembekalan Komprehensif Calon Jemaah Haji Barito Utara

Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi, Berikan Pembekalan Komprehensif Calon Jemaah Haji Barito Utara
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P., yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Almubasir, S.Pd.I saat menyampaikan sambutannya. (Foto : Ist)

Muara Teweh, kabarglobal.co – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P., yang diwakili oleh Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Almubasir, S.Pd.I., menghadiri acara pembukaan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Barito Utara yang berlangsung di Aula Baperida Barito, Senin (16/2/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) H. Moch. Ikhsan mewakili Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, calon jemaah haji Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 dan para pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan pembukaan manasik haji terintegrasi ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pembekalan komprehensif kepada seluruh calon jemaah haji Kabupaten Barito Utara agar memiliki kesiapan fisik, mental, serta pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat.

Mewakili Kakanmenag Kabupaten Barito Utara, Kasi Bimas Islam Almubasir menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan manasik haji terintegrasi sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan jemaah haji.

“Pentingnya mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh agar para jemaah dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri, tertib, dan khusyuk,” tegasnya.

Almubasir menjelaskan, pada tahun 1447 H/2026 M Kabupaten Barito Utara memberangkatkan 113 jemaah yang terdiri dari 57 laki-laki dan 56 perempuan.

Baca :  Perangi Kegelapan di Pelosok, Bupati Barut Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa

“Jumlah tersebut mengalami pengurangan sekitar 10 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 123 hingga 125 jemaah,” imbuhnya.

Menurutnya, penyesuaian tersebut merupakan dampak kebijakan percepatan masa tunggu yang diterapkan secara nasional, sehingga setiap daerah menyesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Dari sisi usia, jemaah termuda tahun ini berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun. Ia menegaskan bahwa keberangkatan jemaah usia muda bukan karena perlakuan khusus, melainkan hasil pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau mengalami sakit permanen sesuai regulasi.

Pada kesempatan tersebut, Almubasir turut memimpin pembacaan doa pembukaan kegiatan. Dalam doanya, ia memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian manasik haji dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses, serta para calon jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan hingga nantinya dapat menunaikan ibadah haji dengan sempurna dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Melalui manasik haji terintegrasi ini diharapkan terwujud sinergi yang kuat antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Barito Utara. (Red)