Budi Leksono Apresiasi Tournamen Catur Piala Wali Kota, Berharap Kevakuman Percasi Surabaya Segera Berakhir

Budi Leksono Apresiasi Tournamen Catur Piala Wali Kota, Berharap Kevakuman Percasi Surabaya Segera Berakhir
Mantan Ketua Percasi Surabaya yang juga anggota DPRD Kota Surabaya Budi Leksono. Ist

Surabaya, kabarglobal – Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap olahraga catur. Di tengah antusiasme ribuan peserta yang berasal dari Kota Pahlawan, muncul harapan agar kepengurusan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Surabaya segera mendapatkan kepastian.

Ketua Pelaksana Piala Catur Wali Kota Surabaya, Hesnud Daulah FA, menjelaskan bahwa kejuaraan Catur Wali Kota Surabaya kategori SD – SMP berlangsung dari tanggal 22 – 25 Juni, dengan hari terakhir menjadi babak grand final.

“Pagi tadi grand final kategori putri SD dan SMP, sedangkan siang ini grand final kategori putra SD dan SMP,” ujarnya.

Hesnud mengungkapkan, sebanyak 206 peserta mengikuti kejuaraan pelajar dan mewakili 31 kecamatan di Surabaya. Para peserta bersaing dalam sejumlah kategori, yakni SD kelas 1-3 putra dan putri, SD kelas 4-6 putra dan putri, serta SMP putra dan putri. “Setiap kategori akan diambil tiga besar sebagai juara,” jelasnya.

Tak hanya kategori pelajar, kategori umum juga akan digelar di BG Junction Surabaya pada 27–28 Juni 2026. Antusiasme peserta pun sangat tinggi.

“Untuk kategori umum yang digelar di BG Junction, sampai saat ini sudah hampir 500 peserta yang mendaftar,” katanya.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga catur di Surabaya sekaligus mendorong lahirnya generasi pecatur muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Mantan Ketua Percasi Surabaya, Budi Leksono, menilai kondisi kevakuman organisasi saat ini perlu segera diselesaikan agar pembinaan atlet catur di Surabaya dapat berjalan lebih maksimal. Menurutnya, berbagai kegiatan dan kejuaraan selama ini tetap berjalan berkat semangat para penggiat catur, meski tanpa dukungan organisasi yang definitif.

Baca Juga :  Dukung Program Presiden, Gubernur Kalteng Hibahkan 20 Ha Tanah Pribadi untuk Pembangunan Sekolah Garuda

Ia menjelaskan, penyelenggaraan turnamen seperti Piala Wali Kota Surabaya dilakukan tanpa memungut biaya pendaftaran dari peserta. Sementara hadiah telah disiapkan oleh pihak Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar), sedangkan berbagai kebutuhan teknis lainnya ditangani secara mandiri oleh panitia.

“Surabaya membutuhkan sebuah kepastian. Saya mengingatkan bukan karena kepentingan pribadi, tetapi demi masa depan catur Surabaya. Selama ini Surabaya dikenal minim gejolak dalam penyelenggaraan event catur dan pembinaan atlet,” ujar Buleks saat ditemui di tempat Tournamen Catur Piala Wali Kota Surabaya yang berlangsung di Alun Alun Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Buleks sapaan akrab Budi Leksono,berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Jawa Timur, hingga Pengurus Besar (PB) Percasi dapat mendengar kondisi yang terjadi di Surabaya dan segera mengambil langkah terkait penetapan Ketua Percasi Kota Surabaya.

Menurutnya, kepastian kepengurusan akan memudahkan berbagai program pembinaan atlet, persiapan menghadapi kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional, termasuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Siapapun ketuanya nanti, yang terpenting ada kepastian sehingga Percasi Surabaya bisa bergerak cepat dan membawa cabang olahraga catur kembali eksis serta berprestasi,” katanya.

Buleks juga mengapresiasi tingginya partisipasi pelajar dalam turnamen catur yang digelar saat ini. Ia melihat potensi besar dari ratusan siswa yang memiliki minat terhadap olahraga catur.

“Semangat anak-anak luar biasa. Mudah-mudahan lahir atlet-atlet hebat yang bisa mengharumkan nama Kota Surabaya melalui event-event seperti ini,” tambahnya.xco